Dentsu dan Meta jalin kerjasama untuk bikin aktivasi influencer lebih efisien. Simak detailnya di sini!
Kamu pasti udah denger kan, kalau banyak brand sekarang lagi ngincar influencer buat dukung pemasaran mereka? Nah, masalahnya, banyak dari mereka yang belum punya sistem yang pas buat menghubungkan influencer dengan kampanye yang mereka jalankan. Ini bikin prosesnya jadi lambat dan kurang efektif.
Dentsu, salah satu grup agensi gede, baru aja ngumumin kerjasama sama Meta, yang punya Instagram, Threads, dan Facebook. Tujuannya? Bikin infrastruktur yang bisa ngebantu brand dalam mengelola influencer dengan lebih cepat dan efisien. Jadi, semua bisa terhubung dalam satu platform.
Kerjasama ini bakal mengintegrasikan Marketplace Creator dan Partnership Ads dari Meta ke dalam sistem Dentsu.connect. Dengan kata lain, pengguna sistem Dentsu bisa langsung ngatur pemilihan influencer, mendengarkan sosial, dan aktivasi berbayar dalam satu dashboard. Gimana, keren kan?
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Penting banget buat brand untuk bisa menghubungkan influencer dengan kampanye mereka secara cepat. Soalnya, kalau enggak, bisa-bisa kesempatan emas itu lewat begitu aja. Dentsu dan Meta berharap kerjasama ini bisa jadi solusi buat masalah yang sering dihadapi para marketer.
Dengan sistem ini, Dentsu bisa menggabungkan data mereka sendiri dengan platform Meta. Jadi, semua informasi yang dibutuhkan untuk memilih influencer yang tepat bisa diakses dalam satu tempat. Ini jelas bikin hidup para marketer jadi lebih mudah.
Jadi, buat kamu yang penasaran, kerjasama ini bisa jadi game changer di dunia pemasaran. Dengan adanya sistem yang lebih terintegrasi, brand bisa lebih cepat dan efektif dalam memanfaatkan kekuatan influencer. Siapa tahu, ini bisa jadi langkah awal untuk inovasi lebih lanjut di industri pemasaran.
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Digiday
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Digiday.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.
Baca artikel asli di Digiday→