Eropa mencatat belanja iklan mencapai €131 miliar. Apa yang bikin angka ini melonjak? Yuk, simak!
Jadi, baru-baru ini ada laporan dari IAB Europe yang bikin heboh. Mereka bilang belanja iklan di Eropa naik 10,5% dibanding tahun lalu, dan totalnya udah nyentuh €131 miliar! Bayangin, itu hampir sama gede-nya sama ekonomi Maroko, loh. Daniel Knapp, ekonom kepala IAB Europe, yang ngasih tahu kita soal ini.
Sekarang, digital udah nyerap sekitar 70% dari total belanja iklan itu. Artinya, orang-orang makin suka iklan yang muncul di internet. Meskipun pasar iklan Eropa masih setengahnya dari pasar AS, pertumbuhannya jauh lebih cepat. Ini jadi sinyal positif buat industri iklan di Eropa.
Nah, yang bikin menarik, banyak faktor yang mendorong pertumbuhan ini. Salah satunya adalah pergeseran perilaku konsumen yang makin mengandalkan platform digital. Dengan banyaknya orang yang online, brand-brand pun berlomba-lomba buat menarik perhatian lewat iklan digital.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Selain itu, ada juga inovasi dalam teknologi iklan yang bikin iklan jadi lebih menarik dan efektif. Misalnya, penggunaan AI untuk menargetkan audiens yang tepat. Jadi, iklan yang kamu lihat di internet itu bukan sembarangan, tapi udah disesuaikan dengan minat dan perilaku kamu.
Eropa juga mulai melihat banyak investasi di sektor teknologi dan startup yang berhubungan dengan iklan. Ini bikin ekosistem iklan di Eropa semakin berkembang dan beragam. Jadi, bukan cuma iklan konvensional, tapi juga banyak format baru yang muncul.
Dengan semua perkembangan ini, kita bisa lihat bahwa belanja iklan di Eropa bukan cuma angka kosong. Ini adalah gambaran nyata dari perubahan yang terjadi di industri dan perilaku konsumen. Jadi, siapa tahu, mungkin dalam beberapa tahun ke depan, Eropa bisa jadi pasar iklan terbesar, mengalahkan AS!
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Digiday
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Digiday.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.
Baca artikel asli di Digiday→