Bose baru aja luncurin divisi hiburan. Kenapa mereka ambil langkah ini? Simak penjelasannya di sini!
Jadi, baru-baru ini Bose meluncurin divisi baru yang mereka sebut Bose Studios. Ini bukan cuma sekadar nama doang, tapi bagian dari perubahan besar yang udah dipikirin selama bertahun-tahun. Divisi ini udah nyumbang sekitar sepertiga sampai 40% dari total marketing mereka. Gimana bisa gitu? CMO mereka, Jim Mollica, bilang kalau dia pengen angka itu naik jadi 60-65% di akhir tahun ini atau tahun depan.
Nah, yang bikin menarik adalah alasan di balik semua ini. Jim nanya, "Kapan terakhir kali kamu liat iklan TV yang bener-bener keren?" Dari situ, dia sadar kalau iklan tradisional udah nggak seefektif dulu. Jadi, mereka mutusin untuk fokus ke hiburan yang lebih menarik dan relevan buat audiens.
Divisi hiburan ini bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga buat ngedukung brand mereka. Dengan bikin konten yang menarik, Bose berharap bisa nyambung lebih dekat sama konsumen. Ini jadi strategi yang jitu, soalnya orang-orang lebih suka nonton konten yang menghibur daripada iklan biasa.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Bose Studios udah mulai ngerilis beberapa proyek, dan mereka pengen terus berkembang di bidang ini. Dengan cara ini, mereka bisa jadi lebih dari sekadar merek audio, tapi juga jadi bagian dari pengalaman hiburan yang lebih besar. Ini langkah yang berani dan bisa jadi contoh buat brand lain.
Jadi, apa yang bisa kita ambil dari langkah Bose ini? Pertama, penting banget buat brand untuk beradaptasi sama perubahan zaman. Kedua, hiburan bisa jadi alat marketing yang efektif, asalkan bisa nyambung dengan audiens. Dan yang terakhir, jangan takut untuk berinovasi dan coba hal baru!
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Digiday
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Digiday.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.
Baca artikel asli di Digiday→