Kebijakan iklim California ternyata punya masalah serius. Yuk, simak penjelasannya!

Jadi, ada yang nggak beres nih dengan kebijakan iklim di California. Beberapa tahun lalu, negara bagian ini bikin sistem yang bayar peternak sapi buat ubah metana dari kotoran sapi jadi gas alam. Tujuannya sih biar sektor susu bisa menghasilkan gas yang bisa dibakar, bukan yang cuma bikin polusi. Tapi, seiring berjalannya waktu, banyak penelitian yang nunjukin kalau sistem ini malah bikin masalah baru.

Sistem ini jadi populer banget karena subsidi yang ditawarin sangat menggiurkan. Tapi, banyak penelitian yang bilang kalau program ini malah jadi contoh buruk dari cara kita menangani masalah iklim. Alih-alih memaksa industri buat ngurangin polusi secara langsung, para pembuat kebijakan lebih milih bikin sistem insentif yang rumit, yang justru bikin tanggung jawab iklim berpindah-pindah antara pihak dan daerah.

Penelitian menunjukkan bahwa skema pengurangan emisi karbon dan perdagangan emisi sering kali melebih-lebihkan pengurangan emisi yang sebenarnya terjadi di atmosfer. Program susu ini jadi contoh yang jelas dari masalah ini, karena membingungkan dampak dari berbagai jenis gas rumah kaca yang, menurut para peneliti, bisa bikin pemanasan global semakin parah di masa depan.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Meskipun ada banyak kekhawatiran, regulator di California tetap memutuskan untuk memperpanjang beberapa bagian dari program ini sampai tahun 2050. Baru-baru ini, ada proposal dari dewan sumber daya udara negara bagian yang bisa ngasih jutaan dolar tambahan ke peternak susu sebagai bagian dari rencana yang bakal melonggarkan pembatasan untuk produsen gas rumah kaca besar.

Nah, gimana sih cara kerja sistem ini? Regulasi iklim di California mewajibkan industri bahan bakar transportasi buat ngurangin kadar karbon dioksida di produk mereka seiring waktu, atau beli kredit dari pihak lain yang ngurangin emisi bahan bakar, termasuk peternak sapi. Biasanya, peternakan susu menyemprotkan kotoran sapi ke laguna terbuka besar, di mana mikroba menghabiskan bahan organik dan menghasilkan metana sebagai produk sampingan.

Tapi, kalau peternak bikin apa yang disebut dengan pengolah anaerobik, limbahnya bisa dialihkan ke wadah tertutup yang menangkap biogas. Biogas ini bisa diubah jadi gas alam dan disuntikkan ke pipa. Gas ini bisa dipakai buat bahan bakar kendaraan tertentu atau menghasilkan listrik di pembangkit listrik. Intinya, perusahaan minyak bisa bayar peternak buat kredit Low Carbon Fuel Standard (LCFS), supaya bisa memenuhi persyaratan regulasi tanpa harus ngurangin emisi dari bahan bakar mereka sendiri.

Membakar biogas di bus atau turbin tetap aja menghasilkan karbon dioksida, tapi ide dasarnya adalah proses ini ngurangin permintaan pasar untuk ekstraksi gas alam dari tanah dan menghindari pelepasan metana, yang merupakan gas rumah kaca yang jauh lebih kuat. Faktanya, metana itu jauh lebih kuat sehingga menurut program California, "menambahkan satu kendaraan bertenaga biogas ke armada bisa menghasilkan cukup kredit LCFS untuk menutupi defisit yang ditimbulkan oleh 26 kendaraan bertenaga bensin yang sama."

Tapi, ada masalah dengan perhitungan karbon ini. California menganggap bahwa metana punya efek pemanasan sekitar 25 kali lipat dari karbon dioksida dalam periode 100 tahun. Namun, itu nggak sepenuhnya benar di atmosfer. Metana memang kuat, tapi juga cepat terurai, biasanya dalam beberapa dekade. Sementara itu, karbon dioksida menumpuk secara kumulatif di atmosfer, dan banyak dari apa yang kita emisi bakal terus memanaskan planet ini selama ratusan hingga ribuan tahun.

Jadi, pada dasarnya, negara bagian ini menciptakan sistem yang ngurangin pemanasan jangka pendek dengan biaya meningkatkan pemanasan yang hampir permanen. Setiap metana yang ditangkap oleh pengolah hari ini bakal menyebabkan pemanasan yang lebih kuat jika dilepaskan, tapi efek itu bakal hilang menjelang tahun 2050. Sementara itu, karbon dioksida tambahan yang kita izinkan sebagai gantinya bisa terus memanaskan dunia selama ribuan tahun.

Memang bagus untuk mengurangi emisi metana, dan pengolah susu bisa mencapai ini (meskipun nggak selalu seefektif yang diharapkan). Tapi, kita nggak bisa menukar pengurangan gas rumah kaca jangka pendek dengan peningkatan gas rumah kaca jangka panjang jika kita ingin menjaga suhu global tetap dalam batas yang aman di abad mendatang, seperti yang sudah lama diperingatkan para peneliti. Kita harus memotong keduanya.

Masalah yang terus saya pikirkan, setelah bertahun-tahun meliput pasar karbon dan offset, adalah: Kita perlu membersihkan setiap sektor, secara total, dalam beberapa dekade ke depan. Semakin nggak masuk akal bagi banyak ambisi iklim kita bergantung pada satu industri untuk maju di atas kertas dengan membayar industri lain untuk mengurangi emisi, di saat setiap bisnis di setiap industri perlu berlari menuju net zero.

Saatnya kita move on dari ide bahwa kita perlu menghargai sektor-sektor karena tidak mencemari atmosfer, dan cukup saja meminta mereka untuk berhenti membebankan beban lingkungan yang besar dari bisnis mereka kepada masyarakat.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

MIT Technology Review

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari MIT Technology Review.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.

Baca artikel asli di MIT Technology Review
#Technology#MITTechnologyReview#rss