China berhasil mendaratkan roket reusable pertamanya, langkah besar di dunia luar angkasa. Baca selengkapnya!
Jadi, baru-baru ini China bikin gebrakan dengan mendaratkan roket reusable pertamanya, loh! Roket ini diluncurkan dari Wenchang, Hainan, dan namanya Long March 10B. Gak main-main, roket ini tingginya sekitar 63,6 meter dan punya tujuh mesin yang menggunakan bahan bakar kerosin. Bayangin aja, roket segede itu meluncur ke angkasa, pasti seru banget!
Setelah roket ini meluncur, sekitar 10 menit kemudian, booster-nya berhasil turun dan mendarat di kapal yang udah disiapkan. Prosesnya keren banget, soalnya booster ini bisa mengarahkan dirinya sendiri ke tempat mendarat. Ada kabel-kabel yang membentang di atas kapal, dan pas roket mau mendarat, kabel-kabel itu menangkapnya. Gak ada yang lebih dramatis dari ini, kan?
Nah, setelah booster mendarat, bagian atas roket masih lanjut ke orbit dan ngebawa muatan yang disebut CX-26. Para pejabat China langsung bilang kalau misi ini sukses total. Ini jadi langkah besar buat mereka, soalnya mereka pengen ngikutin jejak SpaceX yang udah lebih dulu sukses dengan teknologi roket reusable.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Misi ini bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal ambisi besar China di luar angkasa. Mereka pengen jadi pemain utama di industri luar angkasa global. Dengan berhasilnya misi ini, China nunjukin kalau mereka serius dan siap bersaing dengan negara-negara lain. Ini bakal bikin persaingan di luar angkasa makin seru, dan kita semua jadi penasaran, apa langkah selanjutnya dari mereka?
Buat kamu yang suka sama teknologi luar angkasa, ini jadi momen yang menarik banget buat diikuti. Roket reusable bisa menghemat biaya peluncuran dan bikin eksplorasi luar angkasa jadi lebih efisien. Siapa tahu, di masa depan kita bisa lihat lebih banyak misi luar angkasa dari China dan negara lainnya. Jadi, siap-siap aja, ya!
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→