Protein dalam gigi Homo erectus menunjukkan Denisovan memberi kita sebagian DNA mereka. Penelitian mengejutkan ini mengubah cerita evolusi manusia.
Punya darah Homo erectus di tubuhmu? Penelitian terbaru menemukan bukti mengejutkan bahwa manusia modern ternyata mewarisi DNA dari spesies purba ini lewat Denisovan.
Kebetulan, DNA itu sangat rapuh banget. Tanpa enzim perbaikan dari sel hidup, DNA akan pecah-pecah dan hilang dalam waktu singkat.
Itu sebabnya para ilmuwan kesulitan mendapatkan DNA Homo erectus yang sudah lebih dari 1 juta tahun usianya. Batas maksimal untuk DNA kuno memang terbatas.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Tapi jangan khawatir! Para peneliti punya trik keren: mereka memakai protein dari gigi purba sebagai 'petunjuk' untuk nge-trace hubungan evolusi antar spesies.
Hasilnya? Protein unik yang cuma ada di gigi Homo erectus ternyata juga ditemukan di Denisovan dan manusia modern. Ini bukti pertama bahwa mereka pernah berinteraksi.
Jadi ceritanya begini: Homo erectus keluar dari Afrika lebih dari 1 juta tahun lalu dan menyebar ke seluruh Eurasia.
Beberapa waktu kemudian, Denisovan yang bertemu sama mereka ternyata kawin dan berbagi DNA. Lalu ketemu sama manusia modern, mereka juga kawin lagi.
Akhirnya, manusia modern mewarisi DNA dari Homo erectus lewat Denisovan. Jadi kamu punya 'warisan' dari dua spesies purba sekaligus!
Penelitian ini ngubah cerita evolusi manusia. Kita ternyata lebih kompleks daripada yang kita kira, dengan campuran DNA dari berbagai nenek moyang.
Siapa tahu ada gen unik dari Homo erectus yang masih ada di tubuhmu sekarang? Mungkin itu yang bikin kamu punya sifat atau bakat unik tertentu.
Lesson dari penelitian ini: evolusi manusia itu jauh lebih rumit dan menarik daripada cerita sederhana yang biasa kita dengar.
Jadi, selanjutnya kalau lihat gambar rekonstruksi Homo erectus, ingat aja bahwa ada kemungkinan kamu punya darah mereka di dalam tubuhmu!
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→


