RUU keringan pajak crypto buat staking dan mining ternyata ditentang Demokrat pro-crypto di Kongres AS. Kenapa sih?

Baru aja RUU keringan pajak buat staking dan mining crypto dibahas di House Committee, eh malah kena tentangan dari Demokrat yang sebelumnya dikira pro-crypto.

Mereka nggak setuju penuh sama pembebasan pajak buat aktivitas staking dan mining. Mikirnya, kenapa sih sektor crypto dapat perlakuan spesial dibanding bisnis lain?

Sementara itu, pimpinan partai malah bilang kalo RUU ini mungkin nunggu dulu sampe pilkada November. Artinya, buat sekarang cuma omong doang.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Staking itu kamu 'mengunci' coin buat dukung jaringan blockchain, terus dapat imbalan. Mining, ya yang butuh listrik gede buat ngecek transaksi dan bikin koin baru.

Kedua aktivitas ini selama ini zona abu-abu soal pajak di AS. RUU baru mau ngasih kelonggaran biar nggak kena pajak pendapatan biasa.

Tapi Demokrat pro-crypto tanya balik: kalo model bisnis tradisional tetep kena pajak, kenapa crypto nggak? Apa karena ada label 'teknologi baru'?

Satu suara keras datang dari pihak yang bilang keringan pajak bakal bikin defisit nambah. Padahal aslinya RUU ini mau tarik investor masuk.

Pilkada November jadi penentu besar. Kalo kekuasaan Congress bergeser, prioritas legislatif bisa berubah total. RUU crypto bisa terkatung-katung lebih lama.

Takeaway buat kamu yang nge-hold crypto: jangan terlalu berharap aturan pajaknya bakal longgar dalam waktu dekat. Tetep catet transaksi dan siapin dana buat kewajiban pajak.

Ikuti terus perkembangannya — regulasi crypto di AS masih panjang dan penuh tikungan.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Decrypt

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari Decrypt.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Decrypt.

Baca artikel asli di Decrypt
#Crypto#Decrypt#rss