Petinggi Lucid Motors cabut usai promosi. Goncangan leadership baru atau sinyal masalah lebih dalam?
Denger kabar terbaru dari Lucid Motors? Petingginya, Emad Dlala, baru aja melengser. Padahal baru beberapa bulan lalu dia dipromosin jadi SVP of engineering and digital.
Kok bisa? Ya, kabarnya kepergian ini barengan sama goncangan leadership baru di bawah CEO yang baru juga. Jadi, bukan cuma satu orang doang yang lagi gerah.
Lucid sebenarnya punya mobil listrik yang teknologinya oke banget. Tapi masalahnya, produksi lama, penjualan nggak sesuai target, dan sahamnya udah anjlok dari harga IPO dulu.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Kepergian Dlala jadi sorotan soalnya posisinya krucial. Engineering and digital itu jantung dari EV modern — ngatur software, baterai, sampe fitur autonomous yang sering jadi jualan utama.
Kalo pemimpin di divisi krusial kabur dalam waktu singkat, biasanya ada tiga kemungkinan: dia nggak cocok sama arahan baru,公司 lagi panik cutting cost, atau dia ngelihat sesuatu yang bikin kapok.
CEO baru emang lagi push buat ‘efisiensi’. Tapi efisiensi sering jadi eufemisme buat PHK massal atau orang-orang penting yang dianggap nggak sejalan.
Investor pasti bakal nanya: ini tanda turnaround, atau tanda kapal makin tenggelam? Soalnya, di industri EV, tempo perubahan itu gede banget. Delay dikit, rival langsung nyusul.
Buat yang nge-track saham Lucid atau lagi pikir-pikir beli EV, takeaway-nya simpel: jangan cuma lihat spek mobilnya. Liat juga stabilitas tim di belakangnya. Startup EV itu keras, dan leadership yang goyah bisa berarti masalah operasional yang lebih dalam.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
TechCrunch
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari TechCrunch.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.
Baca artikel asli di TechCrunch→