Tutorial bikin AI agent dengan memory hibrida yang bisa ngeremember, ngomputin, dan ngambil keputusan sendiri pake OpenAI.

Siapa bilang AI cuma bisa ngobrol aja? Kali ini kita bahas cara bikin autonomous agent yang punya memory sendiri pake OpenAI. Bayangin, AI yang bisa ngeremember, ngomputin, dan ngambil keputusan tanpa bantuan manusia!

Sistem ini kombinasi dari semantic vector search, keyword-based retrieval, dan modular tool-dispatching loop. Jadi, agentnya bisa berpikir, inget, dan ngambil tindakan otomatis. Gila banget kan?

Kita mulai dari abstract interfaces yang enforce clean separation of concerns. Sampai ke live agent yang manage sendiri long-term memorynya. Semuanya dari bawah ke atas!

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Pertama, install semua dependencies dan konfigurasi Python environment. Kita ambil OpenAI API key pake getpass biar aman. Jangan sampai keynya muncul di terminal ya!

Kita definisikan dua global constants: embedding model dan chat model. Nanti semua snippet selanjutnya pake ini. Siap-siap, kita mulai coding!

Kita buat tiga abstract base classes: MemoryBackend, LLMProvider, dan Tool. Ini jadi interface contracts buat setiap concrete component. Semua komponen harus follow kontrak ini.

HybridMemory kita implementasi dengan kombinasi embeddings untuk vector search dan BM25 index untuk keyword matching. Hasilnya digabung pake Reciprocal Rank Fusion.

OpenAIProvider jadi concrete LLMProvider yang normalisasi OpenAI response jadi dictionary yang bisa dikonsumsi agent tanpa tahu model apa yang dipake.

Kita buat empat tools: MemoryStoreTool, MemorySearchTool, CalculatorTool, dan WebSnippetTool. Masing-masing implementasi Tool interface dan expose JSON schema.

AgentPersona bikin dari traits, goals, dan forbidden phrases. Nanti jadi system prompt yang deterministic di runtime. Kasi nama Aria, jadi assistant yang precise dan helpful.

AutonomousAgent class punya agentic loop yang repeatedly kirim message ke LLM, detect tool calls, dispatch ke tools, dan feed results balik sampai dapat plain-text reply.

Kita wire semua komponen: HybridMemory, OpenAIProvider, empat tools, dan Aria persona jadi satu agent instance yang siap ngobrol sama user.

Demo pertama kita pre-seed long-term memory dengan facts tentang Alice dan projectnya. Alice suka Rust, lagi kerja di VelocityDB, punya meeting Jumat jam 2, dan deadline 31 Maret.

Demo kedua kita coba hybrid memory search. Query seperti 'What consensus algorithm does VelocityDB use?' atau 'order 4821'. Hasilnya kombinasi cosine similarity dan BM25 score.

Demo ketiga kita coba multi-turn conversation. Agent ngeremem project Alice, cari detail order, hitung jam kerja sisa, dan simpan keputusan Alice ganti storage engine.

Demo keempat kita hot-swap tools runtime. Tambahin pengetahuan baru tentang B-tree dan LSM-tree tanpa restart agent. Ini namanya vtable pattern!

Terakhir kita dump full memory state. Semua keputusan Alice udah tersimpan dengan baik. Architecture ini benar-benar production-ready karena modular dan bisa di-swap anytime.

AI Updates lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

MarkTechPost

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

AI Updates update dari MarkTechPost.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MarkTechPost.

Baca artikel asli di MarkTechPost
#AIUpdates#MarkTechPost#rss