TreeSize berhenti dukung lisensi permanen. Temukan alasan dan dampaknya di sini!

Jadi gini, TreeSize, yang terkenal sebagai alat analisis ruang disk, baru-baru ini bikin banyak penggunanya kesal. Mereka memutuskan untuk berhenti dukung lisensi permanen setelah masa pemeliharaannya habis, kecuali pengguna mau langganan. Ini jelas bikin banyak orang merasa dirugikan, soalnya mereka udah bayar untuk lisensi itu dan berharap bisa terus dapat dukungan.

Sebelumnya, JAM Software, yang mengembangkan TreeSize, punya kebijakan yang cukup ketat. Setelah masa dukungan habis, mereka gak kasih kunci lisensi atau installer untuk pemegang lisensi permanen. Ini bikin banyak orang bingung dan frustrasi, karena mereka merasa udah beli produk yang seharusnya bisa dipakai selamanya.

Sejak tahun 2025, JAM Software udah mulai beralih ke model langganan untuk sebagian besar edisi TreeSize. Sekarang, mereka cuma jual lisensi permanen untuk penggunaan pribadi, yang mencakup 12 bulan pembaruan, dukungan, dan akses ke versi lama. Tapi, kalau masa dukungan itu habis, pengguna harus langganan lagi buat terus dapat dukungan. Ini bikin banyak orang merasa terjebak.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Hendrik Christ, manajer produk TreeSize, bilang kalau mereka gak ada rencana untuk berhenti jual lisensi permanen untuk TreeSize Personal. Tapi kenyataannya, saat masa pemeliharaan habis, pengguna baru sadar bahwa untuk perpanjang dukungan, mereka harus langganan software yang seharusnya udah mereka miliki. Ini jelas bikin banyak orang merasa dirugikan.

Jadi, kalau kamu pengguna TreeSize, penting banget untuk tahu tentang perubahan ini. Pastikan kamu siap dengan kemungkinan harus langganan di masa depan. Mungkin ini saatnya kamu pertimbangkan alternatif lain yang lebih ramah pengguna dan gak bikin kamu terjebak dalam langganan.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss