Starship dari SpaceX bikin semua orang di industri luar angkasa berpikir ulang. Apa sih yang bikin roket ini spesial?

Dulu, nyari orang yang pengen banget sama roket kayak Starship itu susah banget. Tapi sekarang? Semua orang di industri luar angkasa udah nggak sabar nunggu Starship bisa terbang. Roket ini punya kapasitas muatan lebih dari 100 ton ke orbit rendah Bumi. Gede banget, kan? Ini bikin semua orang mulai mikir ulang tentang cara mereka melihat luar angkasa.

Yang bikin Starship makin menarik adalah potensi untuk ngisi bahan bakar di luar angkasa. Bayangin, roket ini bisa bawa muatan yang sama ke orbit yang lebih tinggi, ke Bulan, atau bahkan ke Mars! Walaupun sekarang Starship masih dalam fase eksperimen, banyak yang percaya ini bisa mengubah permainan di luar angkasa.

NASA dan militer AS udah mulai mikir cara-cara baru buat manfaatin Starship. Misalnya, buat terbang ke Bulan atau nganterin barang ke daerah konflik yang jauh. Para ilmuwan juga pengen banget pake volume besar Starship buat ngeluncurin teleskop luar angkasa raksasa. Ini semua jadi bukti kalau Starship bukan sekadar roket biasa.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Dan jangan salah, kompetitor juga udah mulai memperhatikan. China, yang jadi saingan strategis terkuat buat Amerika, lagi nyari cara buat bikin Starship versi mereka sendiri. Ini ngebuktiin kalau Starship bukan cuma bikin heboh di AS, tapi juga bikin negara lain waspada.

Sekarang, beberapa produsen satelit di AS udah mulai beradaptasi dengan kapasitas besar dari roket paling kuat di dunia ini. Mereka ngerti, kalau mau tetap bersaing, mereka harus siap-siap dengan inovasi yang ditawarkan Starship. Jadi, bisa dibilang, Starship ini bukan sekadar roket, tapi juga jadi pengubah permainan di industri luar angkasa.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss