Space Force minta dana $30 miliar untuk peluncuran roket. Apa yang terjadi di balik permintaan ini?
Jadi, kamu tahu kan kalau Space Force lagi bikin gebrakan? Mereka baru aja ngumumin kalau butuh dana sampai $30 miliar buat peluncuran roket. Ini bukan angka kecil, lho! Sebelumnya, mereka udah dapet $5,6 miliar, tapi kayaknya itu belum cukup buat semua rencana mereka.
Nah, ini semua berhubungan sama kontrak National Security Space Launch (NSSL) yang mereka punya. Kontrak ini udah diperluas jadi $17 miliar! Jadi, Space Force bisa milih penyedia peluncuran dari banyak pilihan buat misi yang berbeda-beda. Gimana, keren kan?
NSSL ini ada dua bagian, yang pertama itu Lane 1. Di sini, mereka bakal ngelakuin misi yang lebih berisiko, misalnya peluncuran dengan muatan eksperimen atau misi rideshare yang bawa satelit untuk pengawasan. Ini penting banget buat menjaga keamanan negara.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Terus ada Lane 2 yang lebih serius, di mana mereka bakal fokus ke misi strategis yang prioritas tinggi. Misalnya, satelit mata-mata yang paling mahal dan canggih, atau satelit komunikasi yang dirancang tahan terhadap serangan nuklir. Ini semua demi keamanan nasional, guys!
Dengan meningkatnya permintaan peluncuran satelit militer, jelas banget kalau Space Force butuh lebih banyak peluncuran. Pentagon udah kasih sinyal kalau mereka butuh lebih banyak satelit untuk berbagai misi. Jadi, wajar aja kalau anggaran mereka juga ikutan naik.
Kita semua tahu, teknologi luar angkasa itu mahal dan kompleks. Tapi, seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan satelit dan peluncuran roket juga makin meningkat. Jadi, apa kamu pikir Space Force bisa mengelola semua ini dengan baik?
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→


