Proyek data center raksasa di Utah dipotong 50% gegara protes warga soal air, listrik, dan lingkungan. Ini cerita lengkapnya.

Gila sih, awalnya proyek data center Stratos ini mau dibangun segede hampir tiga kali Manhattan. Bukan di satu tempat doang, tapi nyebar di beberapa lokasi di Utah. Ambisius banget, kan?

Tapi ya, ambisi gede datengnya sama masalah gede juga. Warga di Box Elder County ngamuk berat. Mereka nggak mau air lokal dihirup sama proyek ini, apalagi Great Salt Lake yang lagi rentan banget kondisinya.

Warga sampai rela bayar $15 cuma buat daftarin komentar tolak pemindahan 1.900 acre-feet air dari sebuah ranch ke data center hyperscale ini. Itu namanya niat banget buat nge-block.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Selain air, mereka juga khawatir tagihan listrik naik, kualitas udara jebol, satwa liar terganggu, dan tanah rusak. Bukan cuma ribut doang, ini concern nyata soal hidup sehari-hari mereka.

Developer-nya akhirnya bilang, "Kita udah pissing off a lot of people," terus terpaksa motong proyek ini 50% sebelum bangunan apa pun didirikan. Katanya mereka ngerasa "beaten up" dan nggak punya pilihan lain.

Yang bikin salfok, di balik proyek ini ada Kevin O'Leary. Iya, si venture capitalist dari Shark Tank itu. Dia bilang ke stasiun ABC lokal kalau dia nyesel nggak transparan dari awal soal proyek ini.

Kevin ngaku seharusnya dia kerja sama pejabat negara buat lebih terbuka. Ya, belajar mahal lah ini buat investor besar: jangan remehin suara lokal.

Nasihat praktisnya: Kamu yang ngikutin proyek infrastruktur teknologi gede, perhatiin tiga hal ini dulu. Satu, cek dampak lingkungan dan sumber daya lokal. Dua, transparansi sejak hari pertama itu wajib, bukan bonus. Tiga, warga bukan musuh — mereka bisa bikin atau bongkar proyekmu.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss