Jalur listrik baru di New York yang diharapkan bisa jadi solusi untuk kebutuhan energi lagi bermasalah. Simak selengkapnya!

Jadi, baru-baru ini New York lagi mengalami masalah dengan jalur listrik baru yang diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan energi mereka. Jalur ini, yang dinamakan Champlain Hudson Power Express (CHPE), sebenarnya udah dibuka sejak Mei lalu dan jadi jalur transmisi bawah tanah terpanjang di Amerika Utara. Tapi, sayangnya, jalur ini udah mengalami beberapa gangguan, dan itu bikin banyak orang khawatir tentang masa depannya.

CHPE ini dirancang buat menghubungkan Quebec dengan New York Selatan, dan bisa menyuplai hingga 20% kebutuhan listrik New York City. Bayangkan, listriknya sebagian besar berasal dari hidroelektrik yang melimpah di Quebec. Namun, bulan ini jalur ini udah mati total selama beberapa waktu, dan para ahli mulai khawatir tentang dampak kekeringan terhadap pasokan listriknya. Gimana sih jalur ini bisa bantu masa depan jaringan listrik kita?

Perencanaan untuk CHPE ini udah dimulai 15 tahun yang lalu, dan proses izinnya dimulai pada Maret 2010. Tujuannya jelas, yaitu membangun infrastruktur yang lebih baik antara Quebec dan New York. Quebec sendiri hampir 99% listriknya berasal dari sumber terbarukan, terutama hidroelektrik. Sementara itu, New York masih bergantung pada bahan bakar fosil untuk sebagian besar kebutuhan energinya, meski mereka juga punya sedikit hidroelektrik dan nuklir.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Proyek ini dibiayai secara swasta dengan total biaya mencapai $6 miliar. Pembangunan jalur ini bukan hal yang gampang, lho. Jalur ini terdiri dari dua kabel daya arus searah bertegangan tinggi yang dibungkus dan ditanam di bawah tanah atau bawah air. Banyak bagian jalur ini yang ditanam di dasar Sungai Hudson, yang memerlukan perahu khusus untuk membuat saluran bagi kabelnya.

Salah satu keuntungan dari menghubungkan jaringan listrik adalah bisa mempercepat transisi dari bahan bakar fosil. Dengan bisa memindahkan listrik ke tempat yang dibutuhkan, kita bisa mengurangi kebutuhan kapasitas baru yang harus dibangun. Penelitian menunjukkan bahwa interkoneksi bisa membantu mengurangi emisi dan menurunkan biaya sistem. Tapi, sayangnya, CHPE ini udah mengalami dua kali pemadaman. Yang pertama terjadi pada 1 Juli karena masalah di konverter di sisi Kanada, dan yang kedua mulai 4 Juli dan masih belum berfungsi hingga sekarang.

Masalah ini ternyata bukan hal yang aneh untuk proyek infrastruktur baru. Banyak jalur listrik lain juga mengalami tantangan serupa di awal. Para ahli menemukan bahwa bagian kabel yang rusak ada di sisi AS, dan perusahaan yang memproduksi jalur ini udah mengirimkan tim untuk menyelidiki penyebabnya. Bagian kabel yang rusak udah diganti, dan mereka memperkirakan semua pekerjaan yang tersisa akan selesai dalam waktu dekat.

Berita baiknya, jaringan listrik New York belum sepenuhnya bergantung pada CHPE. Mereka udah mempersiapkan rencana cadangan, jadi saat gelombang panas kemarin, jaringan listrik masih bisa berfungsi dengan baik. Ini menunjukkan pentingnya perencanaan yang baik dan tidak mengandalkan satu proyek saja. Ke depannya, saat semua peralatan udah teruji dan perusahaan utilitas lebih percaya diri, jalur ini bisa jadi bagian penting dari jaringan listrik.

Tapi, satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi pembangkit hidroelektrik di Quebec. Selama tiga tahun terakhir, daerah ini mengalami kekeringan yang parah, yang bisa mengurangi cadangan air untuk menghasilkan listrik. Ini bisa jadi masalah besar, karena meskipun jalur listriknya berfungsi, belum tentu ada cukup hidroelektrik untuk dikirim ke New York.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

MIT Technology Review

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari MIT Technology Review.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.

Baca artikel asli di MIT Technology Review
#Technology#MITTechnologyReview#rss