Teleskop Webb temukan galaksi paling primitif yang pernah dilihat, 13 miliar tahun cahaya jauhnya.

Selama puluhan tahun, para astronom sudah mencoba keras untuk menangkap galaksi-galaksi paling kuno di alam semesta. Tapi galaksi kecil yang menjadi fondasi alam semesta kita ternyata terlalu redup untuk dilihat, bahkan dengan instrumen paling canggih.

Nah, akhirnya para astronom pun dua senjata andalan: Teleskop Webb dan sedikit keberuntungan. Mereka berhasil menangkap galaksi bernama LAP1-B yang usianya sekitar 800 juta tahun setelah Big Bang. Wah, ini galaksi paling primitif yang pernah kita lihat!

Galaksi LAP1-B ini berjarak 13 miliar tahun cahaya dari Bumi. Lumayan jauh kan? Untuk bisa melihat sesuatu yang begitu redup dan jauh, bahkan cermin emas super besar Teleskop Webb saja tidak cukup.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Tapi kita beruntung! Ada sesuatu yang membantu kita melihat galaksi ini. Ada gugus galaksi raksasa bernama MACS J046 yang membelokkan ruang-waktu di antara kita dan LAP1-B. Fenomena ini disebut gravitational lensing, kayak kaca pembesar alam semesta!

Dengan bantuan efek ini, para astronom bisa mempelajari lebih jauh tentang elemen-elemen yang ada di galaksi tersebut. Ternyata galaksi ini mengandung unsur-unsur yang dihasilkan oleh supernova pertama di alam semesta. Wah, jadi kita bisa melihat jejak bintang-bintang pertama yang meledak!

Penemuan ini memberi kita wawasan baru tentang bagaimana alam semesta berkembang di awal kejadian. Kamu bisa membayangkan bagaimana galaksi-galaksi pertama terbentuk dan berevolusi menjadi seperti sekarang, kan?

Dengan Teleskop Webb, para astronom berharap bisa menemukan lebih banyak galaksi kuno seperti ini. Semoga saja mereka menemukan galaksi yang usianya bahkan lebih tua lagi. Siapa tahu mungkin ada galaksi yang usianya hanya beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang!

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss