Empat reaktor nuklir di AS baru saja capai milestone penting. Apa artinya untuk energi masa depan kita?

Kamu pasti tahu kan, 4 Juli itu bukan cuma tentang barbeque di tepi kolam renang. Tahun ini, hari kemerdekaan AS juga jadi momen penting buat energi nuklir di negara itu. Tahun lalu, pemerintahan Trump menantang industri nuklir untuk mencapai 'criticality' pada tiga reaktor mikro baru. Dan, boom! Empat perusahaan berhasil mencapainya tepat waktu. Ini jadi tanda positif buat teknologi nuklir yang lagi berkembang, apalagi di saat dunia butuh pasokan listrik yang lebih banyak dan ramah lingkungan.

Tapi, jangan salah sangka. Mencapai 'criticality' itu bukan berarti reaktor udah siap nyuplai listrik ke jaringan. Jadi, apa sih sebenarnya yang terjadi di balik pencapaian ini? Program Reactor Pilot dibikin buat mempercepat pengembangan reaktor prototipe. Departemen Energi AS memilih 11 proyek reaktor untuk program ini, dan mereka dapat dukungan dari laboratorium nasional. Semua reaktor ini berukuran mikro, jauh lebih kecil dibanding reaktor besar yang biasa kita lihat.

Antares Nuclear jadi yang pertama mencapai 'criticality' di reaktor uji Mark-0 mereka bulan Juni lalu. Setelah itu, Valar Atomics, Deployable Energy, dan Aalo Atomics juga menyusul. Yang menarik, Aalo berhasil mencapainya tepat di pagi 4 Juli — kayak ngebut di detik-detik terakhir! Kecepatan mereka mencapai milestone ini bikin kagum, apalagi di industri yang terkenal dengan proyek-proyek besar yang sering molor.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Tapi, penting banget buat diingat, mencapai 'criticality' dan bisa menghasilkan listrik itu dua hal yang beda. Keempat reaktor ini cuma mencapai apa yang disebut 'zero-power criticality'. Artinya, mereka berhasil memulai reaksi nuklir, tapi belum ada listrik yang dihasilkan. Ini kayak baru nyoba mesin mobil, tapi belum bisa jalan. Menurut Kathryn Huff, mantan asisten sekretaris energi nuklir, tes ini bisa dicapai tanpa kemajuan nyata dalam desain atau bahan bakar.

Setelah pencapaian ini, perusahaan-perusahaan ini harus terus bekerja keras untuk bisa menghasilkan listrik. Mereka mungkin perlu nambah peralatan, kayak sistem pendingin buat mengeluarkan panas dari inti reaktor. Mereka udah punya rencana ambisius ke depan. Aalo bilang mereka udah mulai kerja di reaktor kedua dan mau menghasilkan 10 megawatt listrik buat pusat data di 2027. Sementara Deployable Energy berencana untuk meluncurkan reaktor komersial di 2028.

Tapi, timeline dari startup, terutama di bidang nuklir, harus diambil dengan hati-hati. Ini mesin yang kompleks banget, dan sering kali perusahaan menghadapi masalah di luar kendali mereka, kayak tantangan regulasi. Komisi Regulasi Nuklir yang mengawasi penggunaan nuklir sipil di AS, biasanya punya proses yang lambat untuk menyetujui reaktor nuklir. Mereka udah usul kerangka baru buat mempercepat persetujuan reaktor mikro, tapi belum jelas seberapa cepat proses ini bisa berjalan.

Beberapa pendukung nuklir juga nggak terlalu senang dengan pencapaian reaktor mikro ini. Fokus pemerintah pada program ini dianggap sebagai pengalihan perhatian dari tujuan untuk meningkatkan kapasitas nuklir secara signifikan. Menurut analisis dari Third Way, mempercepat timeline proyek ini adalah solusi jangka pendek, bukan perbaikan jangka panjang. 'Criticality' itu langkah awal yang besar, tapi masih banyak yang harus dilakukan sebelum reaktor-reaktor ini bisa beroperasi dan jadi sumber listrik yang signifikan.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

MIT Technology Review

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari MIT Technology Review.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.

Baca artikel asli di MIT Technology Review
#Technology#MITTechnologyReview#rss