Bumble berencana menghapus fitur swipe. Simak alasan di baliknya dan bagaimana cara baru mencari pasangan di aplikasi ini.
Pernah merasa bosan atau capek karena harus swipe kanan dan kiri terus-menerus saat cari pasangan? Kamu nggak sendirian, dan Bumble sepertinya setuju dengan perasaan itu.
CEO Bumble, Whitney Wolfe Herd, baru saja memberikan sinyal kuat bahwa mereka akan mengucapkan selamat tinggal pada fitur swipe. Ini adalah perubahan besar karena swipe sudah jadi standar industri aplikasi kencan selama bertahun-tahun.
Kenapa harus dihapus? Masalah utama dari mekanisme swipe adalah fenomena 'gamification'. Banyak pengguna yang merasa seperti sedang bermain game daripada benar-benar mencari koneksi yang bermakna.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Saat kita terlalu cepat swipe, kita cenderung menilai orang hanya dari satu atau dua foto saja. Hal ini sering kali membuat interaksi terasa dangkal dan kurang manusiawi.
Bumble ingin menggeser fokus pengguna dari sekadar 'memilih berdasarkan visual' menjadi interaksi yang lebih berkualitas. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman yang lebih autentik bagi penggunanya.
Meskipun detail teknis penggantinya belum dibocorkan sepenuhnya, arahnya jelas: Bumble ingin kamu lebih mengenal siapa yang kamu ajak bicara sebelum memutuskan untuk match.
Perubahan ini tentu jadi tantangan besar. Banyak orang sudah terbiasa dengan kecepatan swipe, jadi Bumble harus pintar-pintar mendesain fitur baru agar tidak terasa membosankan.
Tapi kalau dipikir-pikir, ini langkah yang sehat. Kita jadi dipaksa untuk lebih pelan dan benar-benar membaca profil seseorang, bukan cuma melihat foto profil yang sudah diedit sedemikian rupa.
Jadi, apakah menurut kamu cara ini bakal efektif? Atau justru bikin proses cari jodoh jadi lebih ribet dan lama?
Takeaway praktis untuk kamu: Mulailah lebih detail dalam mengisi profil dan membaca bio orang lain. Kualitas koneksi jauh lebih penting daripada jumlah match yang kamu punya.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
TechCrunch
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari TechCrunch.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.
Baca artikel asli di TechCrunch→