Ripple investasi di Flutterwave senilai $3,2 miliar, bawa RLUSD & XRP Ledger untuk percepat pembayaran lintas negara di Afrika.
Kamu pasti udah denger tentang Ripple yang lagi ngegas di dunia crypto, kan? Nah, sekarang mereka ngincar pasar Afrika lewat investasi di Flutterwave, startup fintech yang lagi naik daun.
Deal ini menilai Flutterwave sampai $3,2 miliar. Gede banget, kan? Dengan dana itu, Ripple bakal masukin stablecoin mereka, RLUSD, ke ekosistem Flutterwave.
RLUSD itu stablecoin yang dipatok ke dolar AS, jadi nilai nya stabil. Gak kayak crypto lain yang fluktuatif, jadi cocok buat transaksi harian.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Selain RLUSD, Ripple juga bakal pakai jaringan XRP Ledger. Jaringan ini terkenal super cepat, transaksi selesai dalam hitungan detik, bukan menit atau jam.
Kenapa Afrika? Karena di sana masih banyak tantangan buat kirim uang antar negara. Biaya tinggi, proses lama, dan infrastruktur yang belum optimal.
Flutterwave udah punya jaringan merchant dan bank di lebih dari 30 negara Afrika. Jadi, gabungan kekuatan mereka sama Ripple bisa ngurangin biaya dan percepat proses pembayaran.
Contohnya, kalau kamu mau kirim uang dari Nigeria ke Kenya, biasanya butuh 2-3 hari dan biaya sampai 10%. Dengan RLUSD + XRP Ledger, prosesnya bisa selesai dalam hitungan detik dan biaya turun drastis.
Buat startup atau bisnis kecil, ini jadi peluang gede. Mereka bisa terima pembayaran internasional tanpa takut nilai tukar berubah-ubah atau biaya mahal.
Tapi, bukan cuma soal kecepatan. Ripple juga bawa teknologi compliance yang kuat, jadi transaksi tetap aman dan sesuai regulasi lokal.
Kamu mungkin mikir, “Kalau begitu, apa yang bikin Ripple pilih Flutterwave?” Jawabnya simpel: Flutterwave udah punya basis pengguna yang kuat dan infrastruktur pembayaran yang solid di Afrika.
Dengan investasi ini, Ripple berharap bisa dapetin pangsa pasar yang signifikan di wilayah yang masih underbanked.
Praktisnya, kamu yang tinggal di Afrika bakal lihat opsi pembayaran baru di aplikasi favorit, pakai stablecoin yang nilainya stabil dan transaksi yang super cepat.
Tentu ada tantangan, kayak regulasi yang beda-beda tiap negara. Tapi Ripple udah punya tim legal yang siap ngadepin itu semua.
Intinya, kolaborasi ini bukan cuma soal uang, tapi soal mempercepat adopsi teknologi finansial modern di benua yang masih banyak orangnya belum terlayani bank.
Jadi, kalau kamu penasaran gimana cara kerja RLUSD atau pengaruhnya ke ekonomi lokal, stay tuned. Kita bakal bahas lebih dalam di artikel selanjutnya.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→