Citrini Research sebut Hyperliquid 'layak perhatian' karena punya arus kas dan mekanisme buyback token. Simak apa bedanya dari crypto lain.
Kamu pasti inget berapa ganasnya reaksi pasar waktu sebuah firm riset rilis laporan soal AI.
Sekarang, firm yang sama malah kasih rekomendasi positif buat satu nama di dunia crypto.
Hyperliquid disebut sebagai ide yang 'komelling' alias layak ditanggepin serius.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Menurut Citrini Research, bedanya Hyperliquid sama kebanyakan crypto lain ada di dua hal: arus kas nyata dan mekanisme buyback token.
Mayoritas token crypto emang gak kasih dividen atau aliran cuan langsung ke pemegangnya.
Hyperliquid beda. Proyek ini punya model bisnis yang ngasih alasan kuat buat nimbun token-nya dalam jangka panjang.
Mekanisme buyback token-nya bikin pasokan beredar makin berkurang seiring waktu.
Semakin sedikit token yang berseliweran, potensi nilai yang nangkring makin gede — asalkan demand-nya stabil.
Di mata para riset, ini bikin Hyperliquid mirip saham blue-chip yang punya fundamental, bukan cuma spekulasi doang.
Soalnya nih, industri crypto penuh sama proyek yang gak jelas arahnya tapi tetap punya valuasi gila-gilaan.
Hyperliquid justru ngasih gambaran gimana cara kerja bisnisnya menghasilkan cuan buat ekosistemnya.
Buat kamu yang lagi nyari aset digital yang gak cuma naik turun gara-gara hype, mungkin worth buat kupas lebih dalam.
Tapi ya, inget aja: satu laporan riset doang bukan jaminan harga bakal melesat.
Yang pasti, sinyal dari Citrini Research ini nambahin kredibilitas Hyperliquid di tengah badai skeptisme pasar.
Jadi, penasaran gimana caranya arus kas sama buyback bisa jadi benteng buat proyek crypto?
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→