Marketer mulai meragukan ukuran yang gak jelas. Kenapa ini terjadi? Simak penjelasannya di sini!
Jadi gini, banyak marketer yang udah lama meyakinkan diri mereka bahwa mereka bisa melihat sesuatu yang sebenarnya gak ada. Ini mirip banget sama cerita 'pakaian baru raja', bukan karena mereka bodoh, tapi soalnya lebih gampang untuk setuju sama yang lain daripada harus berdebat. Ketika semua orang setuju, rapat jadi lebih cepat kelar, kan?
Sekarang, bayangkan deh, semua platform yang ada itu kayak lagi berpura-pura semuanya baik-baik aja. Setiap saluran menunjukkan kemajuan, dashboard terlihat rapi dan jelas. Tapi anehnya, angka-angka yang dikirim ke bagian keuangan itu gak pernah sama dengan yang ada di presentasi CMO. Nah, di sinilah masalahnya muncul.
Setelah kampanye selesai, laporan seringkali memberi kredit ke tiga saluran yang sama untuk satu pelanggan. Ketika dewan bertanya tentang apa yang sebenarnya mendorong pertumbuhan di kuartal ketiga, suasana jadi hening sejenak. Ini bikin semua orang mikir, 'Apa yang sebenarnya terjadi di sini?'
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Intinya, arsitektur dasar dari sistem yang ada itu gak dirancang untuk menghasilkan satu versi kebenaran yang jelas di semua platform, perangkat, dan titik interaksi. Jadi, wajar aja kalau banyak marketer mulai merasa bingung dan mempertanyakan ukuran yang selama ini mereka pakai.
Kalau kamu seorang marketer, penting banget untuk mulai skeptis terhadap data yang kamu terima. Jangan cuma terima mentah-mentah, coba analisis lebih dalam. Mungkin ada hal-hal yang terlewat atau bahkan salah kaprah. Ini bisa jadi kesempatan kamu untuk jadi lebih cerdas dalam mengambil keputusan.
Akhirnya, jangan takut untuk bertanya dan mengungkapkan keraguanmu. Soalnya, dengan cara itu, kamu bisa menemukan kebenaran yang sebenarnya dan bikin strategi pemasaranmu jadi lebih efektif. Ingat, data yang baik itu bukan cuma soal angka, tapi juga soal konteks dan pemahaman yang mendalam.
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Digiday
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Digiday.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.
Baca artikel asli di Digiday→