Brand-Brand bawa kreator ke Piala Dunia buat ningkatin engagement dan jangkau audiens baru. Cek alasannya di sini!

Jadi, Piala Dunia 2026 udah di depan mata, dan brand-brand gak mau ketinggalan. Mereka bukan cuma beli iklan doang, tapi juga bawa kreator-kreator kece buat bikin konten seru. Bayangin, ada mikro-kreator lokal yang jualan tentang kota tuan rumah, dan influencer yang bikin konten di pinggir lapangan. Semua ini bikin setiap pertandingan jadi ajang seru-seruan di sosial media.

Dengan cara ini, brand-brand bisa nyambung ke audiens yang lebih luas dan bikin konten yang relevan dengan budaya. Paul Coggiola dari LIFT Management bilang, meski Amerika bukan negara yang paling cinta sepak bola, justru ini jadi peluang gede buat brand dan kreator. Mereka bisa kasih exposure yang lebih banyak dan bikin orang lebih tertarik sama Piala Dunia.

Kreator-kreator ini bukan cuma bikin konten sekali-sekali, tapi mereka terlibat dalam program yang lebih kompleks. Misalnya, ada aktivasi multi-kota yang dirancang untuk menarik perhatian dan meningkatkan pariwisata. Ini bukan sekadar tentang menjual produk, tapi juga tentang membangun hubungan yang lebih dalam dengan audiens.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Kamu bisa bayangkan, setiap pertandingan jadi momen yang ditunggu-tunggu. Konten yang dihasilkan bukan hanya sekadar foto atau video, tapi juga cerita yang bikin orang merasa terlibat. Ini semua berkat kolaborasi antara brand dan kreator yang saling mendukung satu sama lain.

Jadi, buat kamu yang pengen tahu lebih lanjut tentang strategi marketing ini, jangan lewatkan kesempatan buat ikuti perkembangan selanjutnya. Piala Dunia bukan hanya tentang pertandingan, tapi juga tentang bagaimana brand bisa beradaptasi dan berinovasi di dunia yang terus berubah.

Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Digiday

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Business: Marketing Tips update dari Digiday.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday
#BusinessMarketingTips#Digiday#rss