Iklan publisher anjlok 40% di Q2 2026. Apa yang terjadi? Simak penjelasannya di sini.

Jadi, di Q2 2026 ini, iklan dari publisher mengalami penurunan yang cukup bikin kaget, sampai 40%! Ini gara-gara era AI dan pencarian tanpa klik yang bikin arus trafik ke situs berita dan web terbuka lainnya jadi terhambat. Data dari Ozone menunjukkan bahwa permintaan iklan dari halaman publisher turun sekitar 32% hingga 37% di AS, dan 39% hingga 41% di Inggris. Gila, kan?

Walaupun permintaan iklan turun drastis, pengeluaran untuk iklan nggak langsung anjlok juga. Ada yang namanya eCPM yang justru meningkat, terutama di Inggris. Ini yang membantu menutup celah dari volume iklan yang hilang. Jadi, meskipun iklan yang ditayangkan berkurang, duit yang masuk tetap ada, dan bahkan bisa dibilang lebih cuan!

Data ini diambil dari software yang Ozone pakai untuk melacak berapa banyak peluang iklan yang dilihat oleh situs-situs premium. Beberapa situs yang terlibat di jaringan Ozone ini antara lain The Guardian, News UK, dan Wall Street Journal. Mereka semua merasakan dampak dari penurunan ini, dan jelas ini jadi masalah besar buat publisher.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Dengan penurunan yang cukup signifikan ini, banyak yang bertanya-tanya, apa sih yang bisa dilakukan oleh publisher untuk tetap bertahan? Salah satu solusi yang mungkin bisa dicoba adalah beradaptasi dengan teknologi baru, seperti memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan menarik lebih banyak trafik.

Kita juga nggak bisa menutup mata terhadap fakta bahwa perilaku pengguna berubah. Sekarang, banyak yang lebih suka mendapatkan informasi cepat tanpa harus mengklik banyak link. Ini jadi tantangan tersendiri untuk publisher yang biasanya mengandalkan klik untuk mendapatkan pendapatan dari iklan. Mereka harus berpikir kreatif untuk bisa tetap relevan di era digital yang cepat berubah ini.

Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Digiday

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Business: Marketing Tips update dari Digiday.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday
#BusinessMarketingTips#Digiday#rss