Digital twins AI bantu brand buat konten lebih banyak dengan biaya rendah. Simak peluang dan risikonya di sini!

Kamu pasti udah denger istilah digital twins, kan? Ini bukan twin bersaudara, melainkan replika AI yang mirip banget sama orang asli—wajah, suara, bahkan cara mikirnya.

Brand-brand gede sekarang lagi ngincar digital twins buat ngeluarin konten tanpa harus bayar artis tiap kali. Bayangin, satu influencer bisa ‘hadir’ di 10 iklan sekaligus, cuma pakai satu model AI.

Contohnya, Coca‑Cola baru‑baru ini bikin kampanye FIFA World Cup pakai AI‑generated José Mourinho yang debat sama dirinya sendiri. Gak cuma lucu, tapi biaya produksi turun drastis.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Tapi, ada pertanyaan besar: Apakah audiens bakal terima? Beberapa orang masih ngerasa aneh lihat sosok yang ternyata bukan manusia asli. Kepercayaan bisa turun kalau terasa palsu.

Dari sisi brand, digital twins ngasih fleksibilitas tinggi. Kamu bisa atur jadwal, bahasa, atau bahkan mood karakter tanpa harus koordinasi jadwal artis. Ini bikin kampanye lebih cepat jalan.

Namun, risiko hukum juga muncul. Hak cipta suara atau wajah harus jelas diatur. Kalau AI pakai data tanpa izin, brand bisa kena gugat, apalagi kalau konten nyebar viral negatif.

Kita juga harus mikir soal etika. Menggunakan AI untuk meniru orang tanpa persetujuan bisa bikin publisitas buruk. Konsumen makin pintar, mereka bakal nyari tahu siapa yang sebenarnya di balik suara itu.

Praktisnya, kalau kamu mau coba digital twins, pastikan ada kontrak jelas soal penggunaan data, dan tes dulu respon audiens lewat survei kecil. Jangan langsung tancap gas tanpa cek reaksi.

Intinya, digital twins bisa jadi senjata rahasia buat brand yang pengen konten melimpah dengan biaya hemat. Tapi jangan lupa, tetap jaga kepercayaan dan patuhi aturan biar gak berujung bencana PR.

Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Digiday

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Business: Marketing Tips update dari Digiday.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday
#BusinessMarketingTips#Digiday#rss