Pelajari cara brand bikin loyalty dan promo siap untuk agentic commerce, tren AI yang bakal ubah belanja online hingga 2030.
Kamu pasti udah denger istilah agentic commerce, kan? Ini bukan cuma hype, tapi AI agents yang bakal ngurus seluruh perjalanan belanja, mulai dari cari produk sampai bayar. Jadi, brand harus siapin loyalty program dan promo yang ‘agent‑ready’.
Intinya, AI agents kayak asisten pribadi yang ngerti selera kamu. Mereka bakal nyaring ribuan produk, kasih rekomendasi, bahkan otomatis pakai kupon yang paling menguntungkan. Nah, kalau brand belum ngasih data yang mudah dipahami AI, mereka bakal ketinggalan.
Langkah pertama? Integrasi data loyalty ke dalam API yang terbuka. Kalau kamu pakai platform kayak Talon.One, pastikan semua poin, tier, dan reward bisa di‑query lewat endpoint standar. Jadi, AI agent bisa cek saldo poin kamu dalam sekejap dan tawarkan reward yang pas.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Kedua, desain promo yang fleksibel. Hindari aturan rumit yang cuma manusia yang ngerti. Misalnya, alih-alih ‘diskon 20% buat pembelian di atas $100’, pakai logika ‘apply 20% off when cart value > $100’. AI bakal lebih mudah menginterpretasi aturan semacam ini.
Jangan lupa personalisasi. AI agents belajar dari perilaku kamu, jadi data historis belanja harus terhubung ke profil loyalty. Kalau brand nyimpen semua transaksi, AI bisa tawarkan promo eksklusif yang sesuai dengan kebiasaan kamu, bukan sekadar diskon massal.
Tren besar: Google dan OpenAI lagi ngembangin AI agents yang terintegrasi langsung di search dan browsing. Artinya, kamu bisa nanya ‘tunjukin produk dengan diskon 15% buat anggota Gold’ dan AI bakal langsung nyediain hasilnya. Brand yang udah siap dengan data terstruktur bakal muncul di depan.
Menurut Bain & Company, agentic AI bakal nyumbang 15‑25% e‑commerce AS pada 2030. Jadi, kalau brand masih pakai sistem legacy, mereka bakal kehilangan pangsa pasar yang signifikan. Mulai sekarang, upgrade infrastruktur data itu wajib.
Praktisnya, kamu sebagai marketer bisa mulai dengan audit data loyalty. Pastikan tiap poin, reward, dan aturan promo tercatat di database yang mudah di‑akses via REST API. Kalau belum, waktunya migrasi ke platform yang support integrasi AI.
Terakhir, uji coba dulu. Luncurkan pilot program dengan satu AI agent di channel tertentu, misalnya chatbot di website. Lihat bagaimana AI mengaplikasikan promo secara otomatis, dan kumpulkan feedback. Dari situ, kamu bisa scale ke channel lain seperti voice assistants atau bahkan AR/VR.
Intinya, agentic commerce bukan sekadar teknologi futuristik, tapi realita yang udah mulai masuk ke toko online kamu. Siapkan loyalty dan promo yang gampang dipahami AI, dan kamu bakal tetap relevan di era belanja yang makin otomatis.
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Digiday
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Digiday.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.
Baca artikel asli di Digiday→