Photon-1 dari Induction Labs bisa simulasi desktop, main catur, dan model fisika billiard. Gimana caranya? Baca selengkapnya!
Jadi, ada yang baru nih dari Induction Labs, namanya Photon-1. Ini bukan sekadar AI biasa, tapi bisa simulasi desktop, main catur, dan bahkan model fisika billiard. Keren banget, kan? Photon-1 ini dilatih dengan video demonstrasi komputer selama 18 tahun, dan yang bikin unik, dia nggak butuh label aksi sama sekali. Jadi, semua proses pembelajaran ini berlangsung tanpa petunjuk eksplisit. Bayangkan aja, AI ini bisa belajar hanya dari melihat video!
Photon-1 menggunakan arsitektur yang disebut 'imagination model'. Ini artinya, AI ini bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya hanya dengan melihat frame sebelumnya. Jadi, dia nggak perlu tahu aksi apa yang dilakukan di setiap frame. Konsep ini disebut sebagai 'implicit policy'. Dengan cara ini, Photon-1 bisa menyelesaikan tugas-tugas meskipun nggak pernah melihat aksi sebelumnya. Keren, kan?
Satu hal yang bikin Photon-1 lebih menarik adalah cara dia mengompresi data. Dengan teknik yang disebut finite scalar quantization (FSQ), setiap frame video dikompresi menjadi 960 token. Ini bikin ukuran data jadi lebih kecil, sekitar 2.2 KB per frame. Hasilnya, Photon-1 bisa mengompres data lebih dari 100 kali lipat dibandingkan dengan model-model sebelumnya. Jadi, efisiensinya luar biasa!
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Nah, saat dites di benchmark internal, Photon-1 ternyata lebih unggul dibandingkan Gemini 3.1 Flash-Lite. Dia butuh jauh lebih sedikit komputasi untuk pretraining dan biaya operasionalnya juga lebih murah. Misalnya, biaya untuk 1 juta token di Photon-1 cuma $0.11, sedangkan Gemini 3.1 Flash-Lite $0.36. Ini bikin Photon-1 jadi pilihan yang lebih hemat dan efisien.
Setelah dilatih, Photon-1 juga bisa main catur dan simulasi fisika billiard dengan hasil yang memuaskan. Dalam 20.000 permainan catur, dia bisa mengalahkan model lain yang sudah ada. Bahkan, dalam simulasi billiard, kesalahan rata-ratanya cuma 0.47, jauh lebih baik dibandingkan model lainnya. Ini menunjukkan bahwa AI ini benar-benar bisa belajar dan beradaptasi dengan baik.
Meskipun hasilnya mengesankan, perlu diingat bahwa Photon-1 ini masih dalam tahap penelitian. Jadi, belum ada versi yang bisa digunakan secara komersial. Tapi, potensi yang dimiliki AI ini sangat besar dan bisa jadi langkah awal untuk teknologi yang lebih canggih di masa depan. Siapa tahu, suatu saat nanti kita bisa lihat aplikasi praktis dari Photon-1 ini!
AI Updates lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
MarkTechPost
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
AI Updates update dari MarkTechPost.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MarkTechPost.
Baca artikel asli di MarkTechPost→