Kenalan dengan Ex Situ, proyek open-source yang peta artefak budaya dari museum. Keren banget, kan?

Jadi, ada proyek menarik yang namanya Ex Situ. Ini adalah indeks ruang terbuka yang memetakan artefak dari museum dengan cara yang unik. Bayangkan, artefak-artefak ini dihubungkan seperti tautan dari tempat asalnya ke lokasi institusi yang menyimpannya. Keren banget, kan? Proyek ini fokus pada institusi barat dan peta koleksinya yang dikategorikan sebagai seni Islam, seni Asia/Afrika, dan banyak lagi.

Proyek ini awalnya dimulai sebagai tesis MA pada tahun 2022. Sejak saat itu, pengembangnya terus mengembangkan proyek ini, sebagian besar sendirian dengan sedikit dana. Yang bikin lebih menarik, Ex Situ ini sepenuhnya open-source dan dihosting sendiri. Jadi, siapa pun bisa akses dan berkontribusi. Teknologinya menggunakan Next.js dan Deck.gl di frontend, sementara backend-nya pakai Strapi dan Python untuk menarik data dari API museum yang terbuka.

Saat ini, Ex Situ sudah mengindeks lebih dari 100 ribu artefak dari seluruh dunia, termasuk dari koleksi-koleksi terkenal seperti Met dan V&A. Baru-baru ini, mereka juga menambahkan fitur ekspor md, jadi peneliti bisa download data asal untuk set artefak yang sudah difilter. Ini sangat membantu untuk penelitian dan memberikan akses yang lebih mudah ke informasi yang sebelumnya sulit dijangkau.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Salah satu hal menarik dari proyek ini adalah cara mereka mendesain infrastruktur. Alih-alih hanya menjadi penyimpan data, Ex Situ berfungsi sebagai pengindeks yang menghubungkan arsip-arsip yang sebelumnya tidak saling terhubung. Dengan model data yang datar, mereka menghindari pengkodean taksonomi yang bermasalah dan langsung mengarahkan peneliti ke sumbernya. Ini bikin tanggung jawab ada di institusi sumber, bukan mengduplicate data.

Pengembang proyek ini datang dari latar belakang desain, dan membawa proyek ini dari prototipe ke aplikasi produksi itu sangat memuaskan. Tapi, jujur aja, sekarang terasa sedikit berat untuk mengembangkan semua ini sendirian. Dia berharap komunitas bisa memberikan masukan tentang cara meningkatkan performa, kontribusi kode, atau bahkan membantu dengan data pipeline untuk API museum yang hilang. Jadi, jika kamu tertarik, bisa banget ikut berkontribusi!

Ex Situ ini bukan cuma sekadar proyek teknologi, tapi juga jadi jembatan antara budaya dan teknologi. Dengan adanya indeks ini, kita bisa lebih memahami hubungan antara artefak dan tempat asalnya. Jadi, buat kamu yang penasaran dengan dunia seni dan teknologi, proyek ini layak banget untuk diikuti!

AI Updates lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Hacker News Front Page

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

AI Updates update dari Hacker News Front Page.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Hacker News Front Page.

Baca artikel asli di Hacker News Front Page
#AIUpdates#HackerNewsFrontPage#rss