Google I/O 2025: Balapan AI, comeback coding tools, dan inovasi ilmu pengetahuan yang bikin penasaran!
Kalau kamu ikuti perkembangan AI, pasti udah dengar Google I/O, kan? Konferensi tahunan Google ini bakal jadi panggung utama buat mereka tunjukkan apa yang baru.
Tahun ini, Google datang sebagai 'ketiga' yang jelas di balapan foundation model. Beda sama tahun lalu, pas Google I/O 2024, situasinya jauh beda.
Gemini 2.5 Pro yang diluncurin Maret tahun lalu masih bikin Google terlihat mantap. Beda model bahasa besar itu kayaknya cuma beda tipis-tipis aja.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Tapi reputasi model foundation sekarang tergantung dari kemampuan coding, dan beberapa bulan terakhir, tools coding Google kalah jauh dari Claude Code milik Anthropic dan Codex milik OpenAI.
Sistemnya jauh lebih superior dari apa yang Google tawarin, sampai-sampai Google dikabarin udah izinin engineer di DeepMind pake Claude buat kerja mereka.
Jadi pas kamu dateng ke konferensi di Mountain View, California besok, pasti kamu bakal nantin upaya Google buat kembali ke posisi terdepan.
Tapi kamu juga penasaran sama pengembangan baru di area dimana Google bikin inovasi, kayak AI untuk sains. Gerakan Google di sana mungkin kurang ngetren, tapi dampaknya nggak kalah penting.
Pertama, comeback di coding. Google ngambil krisis coding AI mereka serius. Menurut laporan dari The Information, ada tim coding AI baru di DeepMind.
Los Angeles Times juga melaporkan John Jumper, yang Nobel Kimia 2024 sama CEO DeepMind Demis Hassabis buat pekerjaan mereka di AlphaFold, ikut bantu.
Kamu nggak perlu heran kalo kita lihat peluncuran coding besar di I/O, mungkin dalam bentuk update ke platform agentic coding Antigravity.
Tapi jangan terlalu harap hal yang transformasif di sini. Googler udah punya model dan produk yang jauh lebih baik dari yang dirilis ke publik.
Tapi masih dikabarin mereka berebut siapa yang bisa pake Claude Code bulan lalu. Kecuali Google udah maju pesat sejak itu, mungkin mereka nggak bisa kembali ke garis depan dalam dua hari ke depan.
Kedua, sains dan kesehatan. Coding mungkin jadi kelemahan Google DeepMind, tapi sains itu kekuatan mereka yang mencolok.
Hanya perusahaan frontier AI yang pernah dapat Nobel Prize. Dan pas LLM mendominasi landskap AI untuk sains, Google justru memperkuat posisinya.
Tahun lalu, Google rilis beberapa tools sains AI, termasuk AI co-scientist yang buat hipotesis dan rencana penelitan.
Ada juga AlphaEvolve, sistem yang nemuin solusi baru buat masalah matematis dan komputasi.
Kalau ada tools sains baru yang diumumin di I/O, itu worth di-note. Kamu juga akan perhatikan gerakan Google di kesehatan dan medis.
Google udah lakukan riset terbaik di tools kesehatan berbasis LLM, tapi OpenAI mendefinisikan percakapan AI kesehatan se ChatGPT Health dirilis Januari lalu.
Google udah umumin AI-powered Health Coach akan tersedia besok, tapi materi promosi suggest tools ini lebih ke fitness dan diet daripada masalah medis.
Apakah ini area lain Google ketinggalan, atau mereka sedang berhati-hati di domain berisiko tinggi?
Terakhir, drama. Sementara fans Google berkumpul di Mountain View, sekitar 30 mil ke utara di Oakland, sidang Elon Musk v. Sam Altman bakal selesai.
Beberapa bulan terakhir udah banyak drama CEO AI - sebelum sidang, permusuhan antara Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei jadi sorotan.
Tapi Hassabis dari DeepMind umumnya hindar drama seperti itu. Dia tampil seperti seorang nerd yang dapat Nobel.
Tapi itu nggak berarti Google bebas dari kontroversi. Bulan lalu, 600 karyawan, banyak dari DeepMind, kirim surat ke CEO Sundar Pichai protes deal DoD.
Google tandatangani deal itu keesokan harinya. Semua nama besar pasti akan usahin hindar topik sensitif di panggung, tapi kontroversi tetap akan muncul.
Kamu penasaran apakah Google bisa pertahankan image netral mereka?
AI Updates lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
MIT Technology Review AI
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
AI Updates update dari MIT Technology Review AI.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review AI.
Baca artikel asli di MIT Technology Review AI→


