Google geser fokus dari AI spesialis ke AI agentic yang bisa riset mandiri. Apakah AI bakal gantiin ilmuwan manusia?
Bayangin ada momen di mana AI tiba-tiba jadi jauh lebih pinter dari semua manusia di bumi dan ngerubah dunia secara total. Nah, momen itu namanya 'singularity'. Baru-baru ini, Demis Hassabis, bos Google DeepMind, bilang kalau kita sekarang udah ada di 'kaki gunung' menuju singularity itu.
Awalnya, Google bangga banget sama alat AI yang spesifik, kayak WeatherNext buat prediksi badai atau AlphaFold yang bikin heboh dunia biologi sampai menang Nobel. Alat-alat ini keren banget karena bisa nyelamatin nyawa dan bantu jutaan peneliti.
Tapi, kayaknya Google lagi diem-diem geser arah. Mereka nggak cuma mau bikin 'alat' yang nunggu perintah, tapi mau bikin 'AI Agent'. Bedanya apa? Kalau alat itu cuma bantu, kalau agent itu bisa mikir, ngerencanain, dan jalanin riset sendiri tanpa harus dituntun terus sama manusia.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Tanda-tandanya udah kelihatan. John Jumper, salah satu otak di balik AlphaFold yang menang Nobel, sekarang malah diminta fokus ke AI coding. Kenapa? Soalnya kemampuan coding itu kunci utama biar AI bisa jadi 'ilmuwan' yang mandiri.
Bukan cuma Google, OpenAI juga udah mulai pamer. Salah satu model reasoning mereka baru aja berhasil ngebuktiin salah satu teori matematika yang rumit. Padahal, AI itu nggak didesain khusus buat matematika, tapi emang udah pinter secara umum.
Google sekarang ngenalin 'Gemini for Science'. Ada fitur namanya AI Co-Scientist. Perhatiin deh kata 'Co' atau 'Rekan' di situ. Google sengaja pakai kata itu biar kita nggak takut kalau AI bakal gantiin posisi ilmuwan manusia.
Tapi kalau kita denger omongan Hassabis soal singularity, kayaknya status 'rekan' itu cuma sementara. Target jangka panjangnya adalah AI yang bisa nembus batas kemampuan otak manusia, terutama di bidang yang udah stagnan kayak fisika.
Jadi, apakah kita bakal kerja bareng AI sebagai partner sejajar, atau malah AI yang bakal jadi bos di laboratorium masa depan? Yang jelas, arahnya udah nggak bisa balik lagi.
AI Updates lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
MIT Technology Review AI
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
AI Updates update dari MIT Technology Review AI.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review AI.
Baca artikel asli di MIT Technology Review AI→


