Jury putuskan Elon Musk terlambat gugatan OpenAI. Padahal dia baru sadar dikhianati tahun 2022. Kasih tau ke temen!

Kamu tahu gak? Elon Musk kalah gugatan bareng OpenAI. Juri putuskan dia ngajukin gugatan terlambat banget. Kasian deh.

Masa sih? Musk jadi salah satu pendiri OpenAI tahun 2015. Tujuannya biar AI ngembang buat kemanusiaan, bukan buat cuan.

Dia kasih dana $38 juta buat OpenAI. Sam Altman dan Greg Brockman janji jaga perusahaan sebagai nonprofit. Tapi janji itu nggak jadi.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Musa ngajukin dua gugatan. Pertama, janji dibreak. Kedua, mereka ngambil keuntungan pribadi dari dana Musk. Dia baru gugat tahun 2024.

Tapi OpenAI bilang Musk seharusnya nggugat lebih awal. Batas waktu untuk gugatan pertama cuma 3 tahun, yang kedua 2 tahun.

Musk bilang dia baru sadar OpenAI nggak lagi nonprofit tahun 2022. Saat Microsoft mau investasi $10 miliar ke OpenAI.

Di sidang, Musk cerita ada tiga fase perasaannya tentang OpenAI. Dari dukung penuh, curiga, sampai yakin mereka lagi merampok nonprofit.

Tapi juri bilang Musk seharusnya tahu lebih awal. Bahkan tahun 2017, Musk ikut diskusi buat bikin perusahaan untung.

Tahun 2019, OpenAI bikin anak perusahaan untung. Tapi bilang Musk, itu nggak masalah selama untungnya dibatasi.

2020, Microsoft dapat lisensi eksklusif GPT-3. Musk protes, tapi Altman bilang masih di jalur misi nonprofit.

Baru 2022, Musk sadar OpenAI jadi perusahaan untung penuh. Dia text Altman: 'Ini penipuan. OpenAI jadi milik Microsoft.'

Juri putuskan Musk memang punya alat buat nggugat lebih awal. Jadi gugatannya ditolak. Musk bilang dia akan banding.

Makanya, penting banget buat baca perjanjian dengan teliti. Jangan sampai seperti Musk, baru sadar ketinggalan zaman pas masalah udah besar.

AI Updates lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

MIT Technology Review AI

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

AI Updates update dari MIT Technology Review AI.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review AI.

Baca artikel asli di MIT Technology Review AI
#AIUpdates#MITTechnologyReviewAI#rss